Terangi Pendidikan Umat, #TunaikanZakat

Yuk tunaikan zakat melalui T-CARE. Caranya gampang banget:
  • Hitung besar zakat yang Kamu perlu keluarkan. Tips: Kalau Kamu lupa gimana cara ngitungnya, baca aja “Ketentuan Zakat” yang ada di bagian bawah halaman ini
  • Transfer zakatmu ke Layanan Transfer Zakat T-CARE. Yaitu melalui BNI Syariah di Nomor Rekening 98814.695333.01116 (a.n. Tunasmuda Care Zakat)
  • Jangan lupa konfirmasi yaa. Silahlkan hubungi CallCenter di 0811-6601-230. Bisa juga dihubungi lewat whatsapp dengan klik disini.
Zakat: Memudahkan, Dimudahkan.
Yuk Pelajari Kembali Ketentuan Zakat

Setiap muslim yang memiliki tabungan, terhitung mencapai satu tahun dan nilainya setara dengan 85 gr emas, maka wajib mengeluarkan zakat.

Uang simpanan dikeluarkan zakatnya dikarenakan, dari sifat hartanya uang simpanan termasuk ke dalam 3 kriteria harta atau maal, yaitu:

  • Uang simpanan mempunyai nilai ekonomi yaitu nilai tukar.
  • Uang simpanan disukai semua orang bahkan banyak yang memerlukannya.
  • Uang simpanan yang dizakati adalah yang dibenarkan pemanfatannya secara syar’i.

Bahkan karena uang simpanan itu merupakan surplus maka lebih layak dikenakan zakat dibandingkan dengan hasil penghasilan yang bisa jadi surplus bisa juga tidak.

Uang simpanan dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir bila telah mencapai nisab dan berjalan selama 1 tahun. Besarnya nisab senilai 85 gram emas. Kadar zakat yang dikeluarkan adalah 2,5%. Apabila uang simpanannya di bank konvensional, ketika akan membayar zakat, maka sisihkan terlebih dahulu bunga banknya karena bunga bank termasuk riba yang diharamkan. Dan apabila uang simpanannya di bank syariah, bagi hasil termasuk dalam komponen yang dihitung dalam penghitungan zakatnya karena bagi hasil bukan bunga bank yang diharamkan.

Setiap muslim yang memiliki tabungan, terhitung mencapai satu tahun dan nilainya setara dengan 85 gr emas, maka wajib mengeluarkan zakat.

Ketentuan zakat Deposito:

  • Penghitungan zakat deposito, pendekatannya adalah dengan zakat peniagaan, karena seseorang yang menyimpan uangnya sebagai deposito atau saham sudah berniat untuk mendapatkan keuntungan. Dan niat mendapatkan keuntungan adalah salah satu syarat dalam zakat perniagaan.
  • Nisabnya setara dengan 85 gr emas
  • Cukup haul 1 tahun
  • Dari sumber yang halal (bunga bank tidak dihitung), jadi hanya deposito syariah saja yang dapat dibayarkan zakatnya.

Cara penghitungannya:
Nilai pokok deposito atau saham + bagi hasil x 2,5%

Setiap muslim yang memiliki simpanan emas selama satu tahun dan mencapai 85 gram emas, maka wajib mengeluarkan zakat sebanyak 2,5 persen

Syariat Islam memandang emas merupakan harta yang potensial. Di samping dapat berfungsi sebagai perhiasan yang indah, emas juga dapat berfungsi sebagai alat tukar dari masa ke masa. Dalam fikih, emas ini merupakan penentu nilai (ats-tsaman); nilai harta diukur dengan standar emas. Oleh karenanya sifat emas sebagai harta ini sangat jelas, bahkan disebut an-naqdain (cash) atau ats-tsamanain (dua pilar mata uang) yang merupakan alat ukur dan standar nilai.

Imam Ghazali menyatakan, siapa yang memiliki emas dan perak seolah -olah dia memiiliki dunia ini; karena apapun dapat dibeli dengan emas dan perak. Dengan sifat harta emas yang merupakan alat ukur dan nilai tersebut maka harta emas menjadi salah satu objek zakat. Oleh sebab itu syariat Islam memandang perlunya dikeluarkan zakat emas ini.

Ketentuan Zakat Emas

  • Nisab zakat emas adalah 85 gram emas.
  • Haul selama 1 tahun
  • Kadar yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah 2,5%
  • Perhiasan yang wajib dikeluarkan zakat adalah perhiasan yang disimpan dan tidak dipakai, selain itu maka tidak wajib dikeluarkan zakat.

Cara Menghitung Zakat Emas
110 gram x 2,5% = 2,75 gram

Setiap harta hasil berniaga wajib dizakatkan. Besar zakatnya 2,5 persen dikeluarkan setelah dikurangi utang, telah mencapai nisab dan telah mencapai haul.

Zakat perniagaan adalah zakat yang dikeluarkan dari harta niaga. Sedangkan harta niaga adalah harta atau aset yang diperjualbelikan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan. Dengan demikian maka dalam harta niaga harus ada 2 motifasi:

  1. Motivasi untuk berbisnis (diperjualbelikan) dan
  2. Motivasi mendapatkan keuntungan

Apabila tidak ada 2 motivasi tersebut maka tidak termasuk dalam harta atau aset niaga. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam menghitung zakat perniagaan adalah membedakan antara aset niaga dan bukan aset niaga. Jika termasuk aset niaga maka harus dizakati tetapi jika tidak termasuk maka tidak wajib dizakati.

Ketentuan Zakat Perniagaan

  1. Nisab zakat niaga adalah senilai dengan 85 gram emas
  2. Usaha tersebut telah berjalan selama 1 tahun Hijriyah
  3. Kadar yang dikeluarkan adalah 2,5%
  4. Dapat dibayarkan dengan uang atau barang
  5. Dikenakan pada perdagangan maupun perseroan

Cara Menghitung Zakat Perniagaan
Zakat = (Modal diputar + Keuntungan + Piutang) – (Hutang + Kerugian) x 2,5%

Zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan, baik dilakukan sendiri maupun bersama orang/lembaga lain, mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nishab.

Zakat Pendapatan adalah zakat harta yang dikeluarkan dari hasil pendapatan seseorang atau profesinya bila telah mencapai nisab. Seperti karyawan, dokter, notaris dan lain-lain.

Cara Mengeluarkan Zakat Pendapatan

Para ulama berbeda pendapat tentang cara mengeluarkan zakat profesi, dalam modul edukasi ini kami menyebutkan satu pendapat saja yang kami pilih, yaitu dengan menggunakan analogi kemiripan (Qiyas Syibih).

  • Menganalogikan nisab zakat penghasilan kepada zakat hasil pertanian. Karena model memperoleh harta penghasilan mirip dengan panen dari hasil pertanian. Nisabnya senilai 653 kg beras.
  • Sedangkan kadarnya dianalogikan kepada zakat emas atau zakat uang sebesar 2,5%, karena model bentuk harta yang diterima sebagai penghasilan berupa uang.
  • Waktu mengeluarkannya setiap kali menerima (panen).

Muhammad Taufik Ridho menyebutkan, model penganalogian tersebut tidak asing di kalangan ulama salaf, seperti saat para ulama menganalogikan hamba sahaya. Di satu sisi, hamba sahaya dianalogikan dengan hewan untuk menetapkan boleh/tidaknya diperjualbelikan. Namun disisi lain, hamba sahaya dianalogikan dengan manusia mukallaf ketika mereka harus melaksanakan beberapa taklif, seperti shalat dan puasa.

Pendapat ini lebih mempertimbangkan maslahat bagi muzaki dan mustahik. Mashlahah bagi muzaki adalah apabila dianalogikan kepada zakat hasil tani, baik nisab dan kadarnya, maka hal ini akan memberatkan muzaki karena tarifnya adalah 5%. Sementara itu, jika dianalogikan dengan zakat emas, hal ini akan kurang berpihak kepada mustahik karena tingginya nisab akan semakin mengurangi jumlah orang yang sampai nisab. Oleh sebab itu, pendapat ini adalah pendapat pertengahan yang mempehatikan mashlahah kedua belah pihak (muzaki dan mustahik).

Zakat Online, Hukumnya Gimana Sih?
Kerjasama T-CARE dan IZI

Pada tahun 2019 ini, T-CARE bersama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) bekerjasama dalam mengumpulkan dan menyalurkan zakat untuk mereka yang membutuhkan.